Khalila Butik Hijab Syar'i

Thursday, April 11, 2013

Makna Satu Kata #9 PERFECT: Kuncinya pada Penerimaan


Saya ada tiga pertanyaan bagi pembaca. Pertama, apa makanan kesukaan anda? Kedua, apa minuman kesukaan anda?Bukan, saya tidak sedang menawari anda untuk pesan keduanya. Tidak ada acara traktiran hari ini. Sudah dijawab?? Lanjut pertanyaan ketiga, ya. Pernahkah anda mencampur makanan dan minuman kesukaan anda tadi dalam satu wadah? Pernah? Saya yakin tidak karena beberapa alasan. Sayang kalo nanti tidak jadi dimakan, nanti kita bisa jadi teman setan.

Misal, saya senang makan bakso.Saya juga suka minum jus alpukat. Apabila keduanya saya taruh dalam satu mangkok, keduanya akan bercampur. Rasanya? Tentu jadi tidak enak, saya tidak doyan kalau disuruh memakannya. Padahal, awalnya dua-duanya enak bagi saya.Kalau saya makan bakso dulu, baru setelahnya minum jus alpukat akan lain ceritanya. Enak dicampur enak, siapa bilang terjamin jadi enak. Belum tentu saudara-saudara.

Begitulah, mengapa Tuhan sengaja menciptakan kita berbeda-beda. Ada yang berkebalikan, ada juga yang berpasang-pasangan. Jika ada yang ganjil, tentu akan ada yang menggenapkan. Tidak ada yang salah dalam penciptaan. Hanya perlu memahami bahwa segalanya tidak terjadi secara kebetulan. Pasti segalanya telah disesuaikan, ada hukum yang diberlakukan.

Dalam kehidupan ini seringkali kita memandang dari sisi yang buruk sesuatu keburukan atau kekurangan. Namun,jika kita berusaha untuk memandang dari sisi yang baik, pasti Allah selalu menyelipkan kebaikan di dalamnya. Bisa merasakan kebahagiaan, karena kita tahu seperti apa rasa kesedihan. Karenanya, dibutuhkan kesiapan untuk menerima keduanya. Agar perjalanan hidup kita menjadi lengkap. Jadi, tetap ada sisi positif dari sebuah kesedihan.

Simak contoh berikut ya. Setiap insan pasti menginginkan pasangan yang sempurna, versi masing-masing tentunya. Yang tampan, yang cantik, yang kaya, yang terpandang, yang ter-ter wow baginya lah (saran: pilih yang shalih-shalihah aja, sudah paket komplit pastinya :).Sempurna bertemu yang sempurna? Jaminan bahagia? Coba kita renungkan lagi ya. Yang menginginkan kesempurnaan, tentu selalu merasa masih banyak kekurangan yang ada pada diri pasangannya. Dan sebaliknya. Jadilah, tidak ketemu-ketemu yang sempurna dengan yang sempurna  itu. Akan tetapi, yang mampu menerima kelebihan dan kekurangan, ketidaksempurnaan bukan untuk dicela dan dipandang sebelah mata. Tapi untuk digenapi dan disempurnakan (kayak EYD aja). Dibawa mendekati arah kesempurnaan lebih tepatnya. Saling melengkapi agar menjadi sebuah chemistry yang hebat dan indah. Maka, bisa jadi itulah yang akan kita sebut sebagai kesempurnaan.

Hanya perlu satu keyakinan, yang baik adalah untuk yang baik. Yang buruk adalah untuk yang buruk. Jadi yakinlah menjadi yang terbaik. Sebelum menginginkan yang baik, terlebih yang terbaik. Jika masih ada kekurangan, itu adalah ladang pahala yang subur untuk kita berusaha memperbaiki. Tergantung seberapa besar penerimaan kita. Yakinlah. Ada Allah Yangmaha Sempurna :)

-khalilaindriana, 2013
100 hari penuh inspirasi

No comments:

Post a Comment