Khalila Butik Hijab Syar'i

Sunday, April 28, 2013

Makna Satu Kata #20 KOMUNIKASI: Berbicara Menurut Bahasa Kaumnya

Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Biasanya, komunikasi dilakukan dengan cara lisan (verbal) maupun dengan bahasa tubuh maupun gerakan tertentu (non verbal) yang dapat di mengerti oleh kedua belah pihak.

Menurut penelitian, kita berbicara tidak kurang dari 4000 kata per hari. Jadi, komunikasi merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang untu memanajemenkan setiap ucapan. Apalagi yang memiliki pekerjaan atau aktivitasnya terlibat dengan banyak orang. Kita dituntut menghadapi berbagai jenis karakter yang berbeda-beda. Tentulah sikap dalam menghadapinya tidak dapat kita samakan. Bisa berantakan jadinya. Maka dari itu kita perlu belajar. Komunikasi bukan hanya memahami teori, tetapi ia adalah ilmu praktis yang hanya akan benar-benar kita pahami jika kita mempraktekkannya.

Rasulullah sebagai teladan kita, tentu tidak lupa mengajarkan pada kita umatnya tentang hal tersebut. Bagaimana kesantunan beliau dalam berhubungan dengan orang lain dan penerapan ilmu berkomunikasi sesuai dengan syariah. Ada tiga poin utama yang perlu diperhatikan untuk menjadi dasar kita dapat berkomunikasi ala Rasulullah SAW. dalam penerapan kehidupan sehari-hari.  Berikut  ini akan saya paparkan secara singkat saja.

Pertama, adanya kefasihan (fashahah)  yang bersumber dari karunia sifat kecerdasan beliau sebagai Nabi. Jelas, tugas utama Rasulullah adalah menyampaikan kabar gembira sekaligus pemberi peringatan kepada umat manusia. Manusia yang terbatas sisi keilmuannya tentu akan sulit memahami kebenaran yang datang dari Allah, jika Rasulullah tidak memiliki kefasihan dalam penyampaian ajaran Islam kepada umatnya. Beliau yang sering mendapat kecaman, penolakan harus memiliki kekuatan berargumentasi menghadapi orang-orang yang mendebat tentang ajaran Islam yang disampaikan. Tanpa adanya kapabilitas komunikasi yang memadai, sepertinya yang disampaikan meski itu benar  akan mudah terpatahkan.

Kedua, ajaran yang disampaikan merupakan kebenaran yang mutlak (bayan). Kemurnian ajaran Islam merupakan bukti kekuasaan Allah. Banyak yang menyebut Rasulullah adalah seorang penyair, pendusta  yang mengarang cerita dan menebarkan berita bohong. Namun, yang benar tidak pernah bercampur dengan yang batil. Rasulullah membawa ajaran agama yang tlah disempurnakan oleh-Nya. Banyak ahli yang menguji dengan mencari kelemahannya, namun semuanya gagal. Karena sejatinya, Baginda Rasul hanya sebagai penyampai dan kebenaran datangnya dari Allah semata.

Ketiga, apa yang Rasul sampaikan semuanya keluar dari hati (qalbun saliim). Hati yang bersih akan melahirkan kata-kata yang  jernih. Lisan yang bertutur baik namun tidak keluar dari hati akan sangat terasa berbeda bagi yang mendengarkan. Kecerdasan menyampaikan kebenaran dengan kefasihan hanyalah faktor yang dapat diterima akal, namun ia dapat tersampaikan dengan baik jika terdapat ruh yang dihembuskan dari hati yang tulus dan murni. Karena, hati hanya bisa disentuh dengan kata-kata yang keluar dari hati yang bersih pula.

Jika ketiga dasar tersebut dapat kita maknai dengan baik, maka komunikasi hubugan antar manusia yang kita lakukan setelah ini, insyaAllah akan lebih dahsyat.  Kita akan semakin berhati-hati dengan kata-kata yang kita ucapkan. Jika klta belum dapat berkata yang baik, lebih baik kita diam. Namun, tetap harus mengasah keterampilan berkomunikasi dengan bahasa yang tepat. Ingat, umat Rasulullah itu sangat berbeda-beda latar belakangnya. Ada yang dari kalangan pedagang sampai saudagar,  dari rakyat jelata hingga raja-raja. Rasullah pastinya akan membedakan cara menyampaikan risalah-Nya agar dapat dimengerti. Beliau berbicara  sesuai dengan bahasa kaumnya.

Begitu pula dengan kita. Teladai bagaimana cara Rasul berkomunikasi. Bertuturlah dengan tegas tanpa mengurangi kelembutan agar tak menyakiti. Perhatikan lawan bicara kita, sesuaikan bahasa dan nada yang kita pergunakan. Terutama pahmilah sifat, karakter dan situasinya. Menjaga komunikasi merupakan langkah yang baik bagi kita dalam berinteraksi dengan sesama.

Komunikasi adalah keterampilan, barangsiapa yang mau mengaplikasikannya maka ia belajar selangkah lebih cepat (kalimat yang terakhir ini bukan hadits).

Khalila Indriana,2013.
100 hari penuh inspirasi

2 comments:

  1. Ehmm.. eeee... apa yahh?... ntar aja deh komennya pake komunikasi verbal ajah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaii, can you discribe it with your own words... ?

      Delete