Khalila Butik Hijab Syar'i

Sunday, April 21, 2013

Makna Satu Kata #16 KLIK: Menemukan Daya Tarik

Setiap hari, ribuan bahkan jutaan tulisan baru hadir di jagat kepenulisan. Saya mencoba meneruskan hobi lama yang cukup menarik, ringan dan menyenangkan yaitu blog walking. Saya sangat menikmati saat melahap halaman demi halaman, menjelajah dari satu blog ke blog yang lain. Baik tulisan dari penulis yang sama maupun terlebih dulu menentukan satu tema, kemudian berusaha membaca dari sudut pandang penulis yang berbeda-beda.

Hal ini cukup membantu saya menyegarkan pikiran yang mulai buntu dengan informasi yang sangat cepat berubah. Jujur saya lebih menyukai bacaan yang ditulis secara matang daripada menyimak berbagai berita. Misalnya, koran harian  yang selalu menyajikan informasi terkini tetapi hanya sedikit yang dapat terserap. Berita yang sekedar numpang lewat dan mudah terlupakan. Kecuali berita yang ditayangkan secara berulang-ulang.

Alhasil, saya lebih banyak membaca tulisan yang habis dibaca sekali duduk. Tetapi, tidak semua jenis tulisan blog saya baca. Tentu saja pilihan utama saya jatuh pada tulisan yang sesuai dengan minat dan yang ditulis oleh penulis favorit saya. Hehe. Lalu, apa yang saya lakukan? Pertama, pastinya melihat judul. Saya lihat sekilas bahasa yang digunakan. Meskipun tulisannya berat, jika terbaca bahasanya enak dan mengalir maka saya lanjutkan untuk membaca. Terkadang, tulisan yang ringan tapi terlalu singkat ala kadarnya seringkali membawa efek ketidakpuasan setelah membaca. Ibarat makan kerupuk, renyah dikunyah tapi tidak membuat kita kenyang.

Tulisan yang bagus menurut saya adalah yang memiliki daya tarik pembacanya. Ada pemantik yang membuat pembaca tertarik dulu, kemudian ia tidak akan rela berhenti sebelum kalimat terakhir. Pembaca cukup dibuat merasa sedikit tahu dari keseluruhan pembahasan sehingga ia tergelitik untuk membacanya sampai tuntas. Bukan sama sekali tidak tahu. Jangan sampai di awal membaca ia bertanya-tanya lalu sampai tulisan habis yang ia peroleh justru malah semakin kebingungan.

Tulisan yang terlalu banyak memuat informasi yang sudah umum juga dapat membuat pembaca lekas bosan. Sepanjang tulisan ia terus manggut-manggut dan ber-oo ria. Karena dalam hati ia sudah tahu atau sudah pernah membaca sebelumnya. Beberapa kali saya temui jenis penulis yang terkesan tidak percaya pada pembacanya. Seolah-olah hanya penulis yang tahu dan takut tulisannya tidak dimengerti.

Saya sendiri belum menemukan rumus khusus untuk menentukan sesuatu yang menarik dari tulisan-tulisan saya. Bagi saya menarik, ternyata itu bukan yang paling menarik menurut pembaca. Tapi saya yakin bahwa setiap penulis memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Masing-masing memiliki bahasa komunikasi yang unik dengan pembacanya. Daya tarik yang membuat pembaca merasa klik dan larut pada apa yang ingin disampaikan.

Jadi, kalau boleh saya tahu... Apa yang membuat Anda tertarik membaca tulisan saya? Semoga ada yang mau mengatakannya agar saya dapat semakin belajar.

Khalila Indriana, 2013.
100 hari penuh inspirasi

Thursday, April 18, 2013

Makna Satu Kata #15 ILMU: Cara Kita Menghargai Ilmu

Setiap hari kita belajar, belajar hal-hal baru maupun dalam rangka mengasah kemampuan agar ilmu kita terus bertambah. Otak kita ibarat gelas kosong yang senantiasa dapat diisi dengan air, manusia selalu haus dengan ilmu. Ketika gelas mulai terisi penuh, jika kita berusaha mengisinya terus menerus lama kelamaan ia akan luber. Begitu pula dengan diri kita. Ilmu yang tumpah butuh wadah baru yang lebih lapang. Begitu banyak ilmu dan informasi yang kita jejalkan kedalam otak kita. Ada sebagian yang dapat kita terapkan, dan sebagian yang lain belum dapat kita aplikasikan. Pilihannya ada dua, ilmu itu kita ajarkan atau akan menghilang tanpa jejak.


Mengajarkan sebuah ilmu juga dapat kita tempuh dengan berbagai cara, sesuai dengan kemampuan kita. Misalkan dengan lisan berupa ceramah, tausiyah maupun nasehat. Bisa juga lewat tulisan, buku, yang dapat dipahami dan disebarluaskan dengan berbagai media yang ada. Apabila memungkinkan, ilmu yang bersifat praktek dapat kita ajarkan dengan cara mempraktekkan langkah-langkahnya pada yang kita ajari.

Memang, akan lebih baik kita mengajarkan ilmu yang kita sendiri sudah berhasil melakukannya. Tapi tiada salah juga mengajarkan pengetahuan yang belum kita praktekkan, jika itu mengandung kebaikan. Ya, meski kita belum dapat mengamalkan secara keseluruhan. Bahwa sisi terpenting dari kesuksesan sebuah pembelajaran adalah yang kita ajarkan sedikit namun dapat di amalkan sebanyak-banyaknya. Jadi, ilmu tersebut berkah.

Sekarang, mari kita tengok pada diri masing-masing. Ilmu apa saja yang berhasil kita dapatkan dan kita terapkan dalam kehidupan kita mulai lahir hingga usia kita sekarang ini. Ilmu tidak mengenal tinggi rendahnya strata pendidikan, dari siapa kita dilahirkan, seberapa kaya maupun miskin diri kita. Ia hanya mengenal keikhlasan dan kesiapan dari si penerima ilmu. Karena ilmu adalah cahaya. Dan cahaya tidak akan pernah sampai pada jiwa yang senantiasa berbuat kemaksiatan.

Apapun ilmu yang kita kuasai, bersegeralah untuk memulai mengajarkan ilmu tersebut pada orang lain. Ilmu yang bermanfaat tentunya. Selain harta yang disedekahkan, suatu hal yang takkan pernah berkurang jika dibagikan adalah ilmu. Bahkan ia akan terus bertambah dan melekat pada diri seseorang. Ia bahkan dapat menjadi sumber pahala yang tiada putusnya bahkan ketika kita telah tiada.
Mungkin bagi kita ilmu yang kita anggap sepele dan sederhana, sangat biasa bagi kita. Namun, siapa sangka ilmu tersebut sangat luar biasa berguna bagi orang lain. Bahkan dapat merubah nasib seseorang menjadi lebih baik. Mulailah berfikir untu tidak egois. Bob Sadino pernah berkata, ia tidak ingin ilmu dan pengalaman yang ia miliki hanya akan ikut terkubur saat ia meninggal nanti. Ia ingin ilmunya dapat dipelajari orang lain.

Berawal dari pemikiran pada tulisan ini, saya ingin belajar berbagi ilmu. Dengan cara yang mampu saya lakukan. Menulis adalah salah satu jalan saya berbagi ilmu. Meski pemahaman saya belum sepenuhnya benar, saya berharap dengan menulis dapat memperbaiki sendi-sendi kehidupan saya menjadi lebih baik. Saya dapat banyak belajar, dan siap menerima masukan dari siapapun yang mau mengingatkan kekhilafan terhadap apa yang saya tulis.

Karena prinsip saya dalam menulis adalah menulis dengan ilmu. Menulis sebagai investasi akhiratku. Berharap, semua yang tertulis bagaikan nafas yang terus membuat saya hidup meski suatu saat saya telah pergi meninggalkan dunia ini.

Khalila Indriana, 2013.
100 hari penuh inspirasi

Wednesday, April 17, 2013

Makna Satu Kata #14 SEDERHANA: Saat Butuh Melebihi yang Ingin

Dulu saat berbagai macam gadget belum banyak dimiliki orang, ia merupakan barang mewah bagi pemiliknya. Fungsinya yang dapat menghubungkan pembicaraan melalui telepon dan pesan singkat atau yang akrab disebut SMS, dinilai lebih praktis daripada pesan yang dikirim lewat jalur korespondensi maupun telegram. Tinggal ketik sekali kirim, pesan langsung dapat diterima. Tidak pakai repot, tidak perlu menunggu lama. Kemudahan yang ditawarkan, membentuk pasar sendiri bagi para produsen telepon genggam. HP kemudian menjadi suatu barang yang umum karena ia dibutuhkan sebagai alat berkomunikasi.


Namun seiring perjalanannya, kini HP kian beragam jenisnya. Fitur yang ditawarkan jauh melebihi harapan yang dibayangkan penggunanya. Fungsi utamanya sebagai media telepon dan SMS mulai bergeser. Banyak yang menggunakan HP karena terkoneksi internet, musik yang dapat menampung ribuan lagu, maupun kameranya yang canggih. Bahkan semua bisa jadi dalam satu, termasuk Qur’an digital dan murratal. Kini kita merasa dunia dalam genggaman, seakan-akan hidup kita sangat tergantung pada benda yang satu ini.

Lalu mulai banyak yang rela menggonta-ganti HP, bukan karena kebutuhan. Melainkan keinginan untuk mengikuti trend yang ada. Ia tak mau ketinggalan meng-update Hp nya dengan seri yang terbaru dan rela memangkas untuk kebutuhan yang lain. Kalau sudah begini, ia sedia merogoh kocek yang tak sedikit demi mendapatkan HP keluaran mutakhir. Ini baru satu, contoh penggambaran sisi kehidupan manusia era sekarang ini. Judul awalnya butuh, jika sudah dibumbui dengan ingin maka secara otomatis ia merembet pada hal-hal yang lain. Padahal ketika keinginan sudah didapat, belum tentu kita menggunakannya secara optimal. 

Apalagi wanita, contoh saja ini ya. Semoga tidak terjadi pada kita. Ketika punya gamis warna biru, lalu ia memikirkan kerudung warna yang senada. Tak ketinggalan asesorisnya. Lalu, sepatunya apa? Pasti yang serasi juga, belum tasnya. Harusnya disesuaikan. Semua sudah lengkap, eh belum punya gamis yang warna ungu! Terus menerus begitu, sehingga tidak selesai-selesai urusan baju. Banyak lho, yang seperti itu. Tapi semoga tidak semua begitu. Tetap banyak muslimah yang mampu bersikap sederhana, tanpa mengurangi kepantasan dalam berbusana yang rapi.

Belajar dari sini saya memaknai bahwa segala yang kita miliki saat ini, tentu akan dimintai pertanggung jawabannya. Harta, dari mana kita memperolehnya dan digunakan untuk apa saja harta yang telah Ia titipkan pada kita. Allah melarang hambanya bermegah-megah dengan urusan dunia. Apabila kita diizinkan mengelola dan memanfaatkan harta, maka harus kita jaga amanah dari-Nya untuk beribadah dijalan-Nya. 

Kita sering lupa, bahwa seringnya memperturutkan hawa nafsu pada keinginan-keinginan akan membawa lebih banyak madharat. Belajar untuk dapat mengenali serta membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Penuhilah kebutuhan hidup kita secara wajar, tidak berlebihan dan tidak terlalu mengabaikan. Tuntunan Rasullullah agar makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang, akan sangat membantu menjalani kehidupan yang pas, selaras dan seimbang. Karena segala sesuatu memang telah ada ukurannya.

Biasakan untuk selalu mendahulukan akan pentingnya memenuhi kebutuhan daripada menuruti keinginan. Agar kita dapat memahami arti kesederhanaan, agar merasa cukup di saat yang lain masih merasa kurang dengan apa yang telah dikaruniakan. Dijamin, hidup makin berkah. Hatipun tenang.

Khalila Indriana, 2013.
100 hari penuh inspirasi